ILMU BAHAN ELEKTRONIKA
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
Fakultas Teknik
Nama : KARTIKA KADRI
NIM : 1425040002
Kelas : S1 A
Prodi : S1. Pend.Teknik
Elektronika
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Bahan Listrik, pada semester I, di tahun ajaran 2013/2014, dengan sifat sifat bahan listrik.
Dengan
membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengenal tentang
bahan-bahan listrik dan beserta fungsinya serta terkait mengenai aspek ilmu
bahan listrik.
Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................I
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................II
BAB. I
PENDAHULUAN......................................................................................................III
BAB. II POKOK PEMBAHASAN
SIFAT BAHAN LISTRIK
PENGHANTAR.................................................................IV
SIFAT BAHAN LISTRIK
ISOLATOR........................................................................V
SIFAT BAHAN SEMI
KONDUKTOR/PENGHANTAR............................................VI
SIFAT BAHAN
NUKLIR....................................………….......................................VII
SIFAT BAHAN SUPER
KONDUKTOR.................................................................VIII
KRITERIA LAIN TENTANG
SIFAT BAHAN….......................................................IX
BAB. III PENUTUP
KESIMPULAN...........................................................................................................X
SARAN DAN
HARAPAN,.........................................................................................XI
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sifat Bahan
listrik merupakan suatu sifat bahan yang digunakan dalam peralatan
listrik yang sangat banyak jenisnya serta sangat berguna pada kehidupan
sehari-hari.
Oleh karena
itu pengetahuan mengenai bahan-bahan listrik sangat diperlukan oleh seseorang,
baik itu seseorang yang berkecimpung dibidang jasa kelistrikkan maupun
masyarakat luas. Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem
tenagalistrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih
penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar
tersebut tidak terjadilompatan listrik atau percikan. Bahan isolasi akan
mengalami pelepasan muatan yangmerupakan bentuk kegagalan listrik apabila
tegangan yang diterapkan melampauikekuatan isolasinya. Kegagalan yang terjadi
pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat
sehingga kontinuitas sistem terganggu.Bahan listrik sudah digunakan oleh
masyarakat luas untuk berbagai macam aplikasi peralatan listrik dan tentunya
peralatan tersebut didukung oleh keamanan peralatan serta keamanan
konsumen atau pengguna.
Dalam
menggunakan suatu bahan/peralatan harus memiliki suatu pengetahuan dan
keahlian/mengenal suatu sifat-sifat suatu jenis bahan agar dalam penggunaannya
tepat sehingga tidak menimbulkan kerugian atau bahaya dalam penggunaannya
Bagi yang
mereka mengetahui sifat-sifat bahan yang digunakan, akan memperlakukan
bahan yang digunakan dengan sebaik-baiknya.
Bila memahami bahan apa yang harus dipakai untuk suatu maksud tertentu, maka dapat mencari alternatif bahan pengganti, dan sebagianya.
Bahan tersebut dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa berubah pada suhu tetentu (Padat, cair, gas).
Bila memahami bahan apa yang harus dipakai untuk suatu maksud tertentu, maka dapat mencari alternatif bahan pengganti, dan sebagianya.
Bahan tersebut dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa berubah pada suhu tetentu (Padat, cair, gas).
BAB II
POKOK PEMBAHASAN
A. SIFAT BAHAN LISTRIK PENGHANTAR
Yang
dimaksud bahan-bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
memiliki banyak elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebas ini
akan sangat berpengaruh pada bahan tersebut. Jika sutu bahan listrik memiliki
banyak elektron bebas pada orbit-orbit elektron, bahan ini memiliki sifat
sebagai penghantar listrik.
Bahan
penghantar memiliki sifat-sifat penting yaitu:
1.
Daya hantar listrik arus yang
mengalir dalam suatu penghantar selalu mengalami hambatan dari penghantar itu
sendiri. Besar penghantar tersebut tergantung dari bahannya.
2. Koefisien tempratur
hambatan telah kita ketahui bahwa dalam suatu bahan akan mengalami perubahan volume
bila terjadi perubahan temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik
dan akan menyusut jika temperatur suhu turun.
3. Daya hantar
panas daya hantar panas menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan tipa
satuan waktu. Diperhitungkan dalam satuan kilo kalori (Kkal) per jam. Terutama
diperhitungkan dalam pemakaian mesin listrik beserta perlengkapannya. Dan pada
umumnya suatu logam memiliki daya hantar panas yang tinggi.
4. Daya
tegangan tarik sifat mekanis bahan sangat penting, terutama untuk
hantaran diatas tanah. Oleh sebab itu, bahan yang dipakai untuk keperluan
tersebut harus diketahui kekuatanya. Terutama menyangkut penggunaan dalam
pedistribusian tegangan tinggi.
5. Timbulnya
daya elektro-motoris termo sifat ini
sangat penting sekali terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua bahan
logam yang berlainan jenis, karena dalam suatu rangkaian, arus akan menimbulkan
daya elektro-motoris termo tersendiri bila terjadi perubahan temperatur suhu.
Daya elektro-motoris termo dapat terjadi lebih tinggi, sehingga dalam pengaturan arus dan tegangan dapat menyimpang meskipun sangat kecil. Besarnya perbedaan tegangan yang dibangkitkan tergantung pada sifat-sifat kedua bahan yang digunakan dan sebanding dengan perbedaan temperaturnya. Daya elektro-motoris yang dibangkitkan oleh perbedaan temperatur disebut dengan daya elektro-motoris termo.
Dari sekian banyak logam yang digunakan dalam teknik listrik dan elektronika, terdapat beberapa logam yang sangat baik untuk digunakan sebagai penghantar, yaiti : alumunium, tembaga, seng, timah dan sebagainya.
Selain bahan logam yang telah disebutkan, ada juga bahan logam yang lain yang tergolong sebagai bahan konduktor atau penghantar pada jenis logam mulia, seperti : perak, emas dan platina. Bahan logam ini dinamakan logam mulia karena bahan ini memiliki jumlah elektron valensi yang lengkap, sehingga sangat sulit untuk mengadakan reaksi lain.
Bahan padat lain yang dipakai untuk penghantar adalah wolfram yang digunakan untuk filamen katoda pada tabung elektron, lamu-lampu pijar, dan alat pemanas dengan temperatur yang tinggi.
Dwilogam atau yang sering disebut dengan bimetal adalah dua jenis logam yang disambung menjadi satu. Pemakaian dalam bidang kelistrikan sangat luas, misalnya sebagai kontak pengatur dan regulator. Digunakan untuk menjaga agar temperatur panas selalu konstan. Bimetal ini dipasang didalam pemanas dan fungsinya memutus rangkaian bila temperaturnya meningkat dan akan menyambung kembali rangkaian bila temperaturnya turun.
Daya elektro-motoris termo dapat terjadi lebih tinggi, sehingga dalam pengaturan arus dan tegangan dapat menyimpang meskipun sangat kecil. Besarnya perbedaan tegangan yang dibangkitkan tergantung pada sifat-sifat kedua bahan yang digunakan dan sebanding dengan perbedaan temperaturnya. Daya elektro-motoris yang dibangkitkan oleh perbedaan temperatur disebut dengan daya elektro-motoris termo.
Dari sekian banyak logam yang digunakan dalam teknik listrik dan elektronika, terdapat beberapa logam yang sangat baik untuk digunakan sebagai penghantar, yaiti : alumunium, tembaga, seng, timah dan sebagainya.
Selain bahan logam yang telah disebutkan, ada juga bahan logam yang lain yang tergolong sebagai bahan konduktor atau penghantar pada jenis logam mulia, seperti : perak, emas dan platina. Bahan logam ini dinamakan logam mulia karena bahan ini memiliki jumlah elektron valensi yang lengkap, sehingga sangat sulit untuk mengadakan reaksi lain.
Bahan padat lain yang dipakai untuk penghantar adalah wolfram yang digunakan untuk filamen katoda pada tabung elektron, lamu-lampu pijar, dan alat pemanas dengan temperatur yang tinggi.
Dwilogam atau yang sering disebut dengan bimetal adalah dua jenis logam yang disambung menjadi satu. Pemakaian dalam bidang kelistrikan sangat luas, misalnya sebagai kontak pengatur dan regulator. Digunakan untuk menjaga agar temperatur panas selalu konstan. Bimetal ini dipasang didalam pemanas dan fungsinya memutus rangkaian bila temperaturnya meningkat dan akan menyambung kembali rangkaian bila temperaturnya turun.
B. SIFAT SIFAT BAHAN ISOLATOR
Sifat bahan
Isolator atau yang biasa kita sebut penyekat adalah bahan dielektrik atau bahan
yang sulit menghantarkan arus listrik. Ini disebabkan jumlah elektron yang
terikat oleh gaya tarik inti sangat kuat, serta elektron-elektronnya sulit
untuk bergerak atau bahkan sangat sulit berpindah, walaupun telah terkena
dorongan dari luar. Bahan isolator sering digunakan untuk bahan penyekat
(dielektrik).
Penyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi tegangan listrik. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut, diperlukan jenis bahan yang sesuai.
Penyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi tegangan listrik. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut, diperlukan jenis bahan yang sesuai.
Selain
syarat tersebut juga diperlukan syarat yang lain yang dipertimbangkan untuk
memenuhi pemakaianya, antaralain :
1. Sifat
kelistrikan
Bahan penyekat mempunyai tahanan
listrik yang besar. Penyekat listrik bertujuan untuk mencegah terjadinya
kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda potensial atau
untuk mencegah loncatan listrik ketanah. Kebocoran arus listrik harus dibatasi
sekecilkecilnya (tidak melampui batas yang telah ditentukan oleh peraturan yang
berlaku).
2. Sifat
mekanis
Mengingat luasnya pemakaiannya
pemakaian bahan penyekat, maka dipertimbangkan kekuatan struktur bahannya.
Dengan demikian, dapat dibatasi hal-hal penyebab kerusakan dikarenakan
kesalahan pemakaiannya. Misal diperlukan bahan yang tahan tarikan, maka kita
harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. Bahan kain lebih kuat terhadap
tarikan daripada bahan kertas.
3. Sifat termis
Panas yang ditimbulkan dari dalam
oleh arus listrik atau oleh arus gaya magnet, berpengaruh terhadap kekuatan
bahan penyekat. Deemikian panas yang berasal dari luar (alam sekitar). Dalam
hal ini, kalau panas yang ditimbulkan cukup tinggi, maka penyekat yang
digunakan harus tepat. Adanya panas juga harus dipertimbangkan, agar tidak
merusak bahan penyekat yang digunakan.
4. Sifat kimia
Panas yang tinggi yang diterima oleh
bahan penyekat dapat mengakibatkan perubahan susunan kimia bahan. Demikian juga
pengaruh adanya kelembaban udara, basah yang ada di sekitar bahan penyekat.
Jika kelembaban tidak dapat dihindari, haruslah dipilih bahan penyekat yang
tahan terhadap air. Demikian juga adanya zat-zat lain dapat merusak struktur
kimia bahan.
C. SIFAT BAHAN SEMI KONDUKTOR/PENGHANTAR
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas
listrik
yang berada di antara insulator (isolator) dan konduktor. Semikonduktor disebut juga
sebagai bahan setengah penghantar listrik. Suatu semikonduktor bersifat sebagai
insulator jika tidak diberi arus
listrik dengan cara dan besaran arus tertentu, namun pada temperatur, arus
tertentu, tatacara tertentu dan persyaratan kerja semikonduktor berfungsi
sebagai konduktor, misal sebagai penguat arus,
penguat tegangan dan penguat daya. Untuk menggunakan suatu semikonduktor supaya
bisa berfungsi harus tahu spefikasi dan karakter semikonduktor itu, jika tidak
memenuhi syarat operasinya maka akan tidak berfungsi dan rusak. Bahan
semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium
arsenide.
Semikonduktor sangat berguna dalam bidang
elektronik,
karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain
(biasa disebut pendonor elektron).
Semikonduktor dengan properti
elektronik yang dapat diprediksi dan handal diperlukan untuk produksi massa. Tingkat kemurnian kimia yang
diperlukan sangat tinggi karena adanya ketidaksempurnaan, bahkan dalam proporsi
sangat kecil dapat memiliki efek besar pada properti dari material. Kristal
dengan tingkat kesempurnaan yang tinggi juga diperlukan, karena kesalahan dalam
struktur kristal (seperti dislokasi, kembaran, dan retak tumpukan) mengganggu properti
semikonduktivitas dari material. Retakan kristal merupakan penyebab utama
rusaknya perangkat semikonduktor. Semakin besar kristal, semakin sulit mencapai
kesempurnaan yang diperlukan. Proses produksi massa saat ini menggunakan ingot (bahan dasar) kristal dengan
diameter antara empat hingga dua belas inci (300 mm) yang ditumbuhkan sebagai
silinder kemudian diiris menjadi wafer.
Karena diperlukannya tingkat kemurnian
kimia dan kesempurnaan struktur kristal untuk membuat perangkat semikonduktor,
metode khusus telah dikembangkan untuk memproduksi bahan semikonduktor awal.
Sebuah teknik untuk mencapai kemurnian tinggi termasuk pertumbuhan kristal
menggunakan proses Czochralski. Langkah tambahan yang dapat
digunakan untuk lebih meningkatkan kemurnian dikenal sebagai perbaikan zona. Dalam perbaikan zona, sebagian dari kristal padat
dicairkan. Impuritas cenderung berkonsentrasi di daerah yang dicairkan,
sedangkan material yang diinginkan mengkristal kembali sehingga menghasilkan
bahan lebih murni dan kristal dengan lebih sedikit kesalahan.
Dalam pembuatan perangkat
semikonduktor yang melibatkan heterojunction antara bahan-bahan
semikonduktor yang berbeda, konstanta kisi, yaitu panjang dari struktur
kristal yang berulang, penting untuk menentukan kompatibilitas antar bahan
D.
SIFAT BAHAN NUKLIR
Bahan nuklir sering dipakai sebagai
bahan baker reaktor nuklir. Reaktor nuklir adalah pesawat yang mengandung
bahan-bahan nuklir yang dapat membelah, yang disusun sedemikian sehingga suatu
reaksi berantai dapat berjalan dalam keadaan dan kondisi terkendali. Dengan
sendirinya syarat agar suatu bahan dapat dipergunakan sebagai bahan bakar
nuklir adalah bahan yang dapat mengadakan fisi (pembelahan atom). Dalam reaktor
nuklir digunakan bahan bakar uranium 235, plutonium-239, uranium-233.
E. SIFAT
BAHAN SUPER KONDUKTOR
Super-konduktor merupakan bahan material
yang memiliki hambatan listrik bernilai nol pada suhu yang sangat rendah.
Artinya superkonduktor dapat menghantarkan arus walaupun tanpa adanya sumber
tegangan. Karakteristik dari bahan Superkonduktor adalah medanmagnet dalam superkonduktor
bernilai nol dan mengalami efek meissner. Resistivitas suatu bahan bernilai nol
jika dibawah suhu kritisnya.
Berdasarkan nilai suhu kritisnya, superkonduktor
dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. Superkonduktor
bersuhu kritis rendah
Superkonduktor
jenis ini memiliki suhu kritis lebih kecil dari 23 K. Superkonduktor jenis ini
sudah ditinggalkan karena biaya yang mahal untuk mendinginkan bahan.
2. Superkonduktor
bersuhu kritis tinggi
Superkonduktor jenis ini memiliki suhu kritis lebih besar
dari 78 K. Superkonduktor jenis ini merupakan bahan yang sedang dikembangkan
sehingga diharapkan memperoleh superkonduktor pada suhu kamar sehingga lebih
ekonomis.
Aplikasi Superkonduktor
Aplikasi
Superkonduktor dalam kehidupan diantaranya :
a. Kabel Listrik.
Dengan
menggunakan bahan superkonduktor, maka energi listrik tidak akan mengalami
disipasi karena hambatan pada bahan superkonduktor bernilai nol. Maka
penggunaan energi listrik akan semakin hemat.
b. Alat
Transportasi
Penggunaan
superkonduktor dalam bidang transportasi adalah Kereta Listrik super cepat yang
dikenal dengan sebutan Magnetik Levitation (MAGLEV).]
Ø
KRITERIA
LAIN TENTANG SIFAT BAHAN
Dalam pemilihan jenis bahan listrik,
selain sifat listrik, perlu dipertimbangkan beberapa sifat lain dari bahan,
yaitu :
1. Sifat
Mekanis
2. Sifat Fisik
- Sifat Kimia.
1. Sifat Mekanis, yaitu perubahan bentuk dari suatu benda padat akibat
adanya gaya-gaya dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi adanya
perubahan itu tergantung kepada besar kecilnya gaya, bentuk benda, dan dari
bahan apa benda tersebut dibuat. Jika tidak
ada gaya dari luar yang bekerja, maka ada tiga kemungkinan yang akan terjadi
pada suatu benda :
o
Bentuk benda akan kembali ke bentuk semula, hal ini
karena benda mempunyai sifat kenyal (elastis).
o
Bentuk benda sebagian saja akan kembali ke bentuk
semula, hal ini hanya sebagian saja yang dapat kembali ke bentuk semula karena
besar gaya yang bekerja melampaui batas kekenyalan sehingga sifat kekenyalan
menjadi berkurang.
o
Bentuk benda berubah sama sekali, hal ini dapat
terjadi karena besar gaya yang bekerja jauh melampaui batas kekenyalan sehingga
sifat kekenyalan sama sekali hilang.
2. Sifat Fisik, Benda
padat mempunyai bentuk yang tetap (bentuk sendiri), dimana pada suhu yang tetap
benda padat mempunyai isi yang tetap pula. Isi akan bertambah atau memuai jika
mengalami kenaikkan suhu dan sebaliknya benda akan menyusut jika suhunya
menurun. Karena berat benda tetap , maka kepadatan benda akan bertambah,
sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut :
o
Jika isi (volume) bertambah (memuai), maka
kepadatannya akan berkurang
o
Jika isinya berkurang (menyusut), maka kepadatan akan
bertambah
o
Jadi benda lebih padat dalam keadaan dingin daripada
dalam keadaan panas
3. Sifat Kimia, berkarat adalah termasuk sifat kimia dari suatu
bahan yang terbuat dari logam. Hal ini terjadi karena reaksi kimia dari bahan
itu sendiri dengan sekitarnya atau bahan itu sendiri dengan bahan cairan.
Biasanya reaksi kimia dengan bahan cairan itulah yang disebut berkarat atau
korosi. Sedangkan reaksi kimia dengan sekitarnya disebut pemburaman.
BAB. III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Saya
dapat mengambil kesimpulan bahwa, sifat bahan listrik yaitu beragam dengan
karakteristik bermacam-macam jenis, sifat bahan konduktor,sifat bahan isolator,
sifat bahan magnetis, sifat bahan semi konduktor,sifat bahan superkonduktor,
dan sifat bahan nuklir.
Pada
sifat sifat tersebut dapat juga disimpulkan bahwa sifat sifat tersebut selalu
terkait dengan bahan listrik, atau bahan-bahan khusus.
Selain
itu terdapat kriteria/aspek lain mengenai sifat bahan yaitu, sifat mekanis,
sifat kimia, dan sifat fisis.
B. SARAN
DAN HARAPAN
Dengan
dibuatnya makalah ini para mahasiswa dapat memahami suatu dasar pada ilmu dan
sifat bahan listrik sehingga dapat mengembangkan ilmu bahan listrik dari
berbagai macam aspek.
Harapan
saya, sesuai dengan tujuan dari makalah ini, dapat memahami sifat sifat dari
bahan listrik yang kita sering jumpai sekarang ini, seiring dengan itu saya
berharap juga teman-teman dapat mengambil atau menangkap sesuatu apa yang
disebut dengan sifat bahan listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar